Gejala dapat meniru serangan jantung
Nyeri atau tekanan dada, sesak, cepat lelah, jantung cepat atau tidak teratur, pusing, pingsan, bengkak kaki, dan gejala seperti flu dapat muncul. Anak mungkin napas cepat, sulit makan, berkeringat, atau kurang aktif. Tidak adanya demam tidak menyingkirkan dan gejala saja tidak dapat membedakan myocarditis dari serangan jantung atau pulmonary embolism.
Diagnosis menggabungkan beberapa tes
ECG, troponin dan tes darah, rontgen, echocardiogram, serta cardiac MRI membantu melihat cedera dan fungsi. Coronary angiography dipakai bila serangan jantung perlu disingkirkan. Endomyocardial biopsy ditujukan pada kasus tertentu yang berat atau ketika hasil mengubah terapi; hasil MRI atau troponin tunggal tidak selalu memastikan penyebab.
Terapi sesuai berat dan penyebab
Istirahat dan obat jantung mungkin cukup pada kasus ringan; gagal jantung dan aritmia ditangani dengan terapi standar. Penyebab bakteri, autoimun, eosinophilic, giant-cell, atau immune-checkpoint inhibitor memerlukan terapi khusus. Kasus fulminan dapat membutuhkan ventilator, obat sirkulasi, mechanical support, atau transplantasi. Antibiotik dan steroid tidak rutin untuk semua.
Kembali olahraga secara bertahap
Hindari olahraga intens dan kompetitif selama peradangan serta sampai fungsi, biomarker, ritme, dan penilaian dokter aman—sering beberapa bulan. Alkohol dan stimulan sebaiknya dihindari. Kontrol penting karena sebagian pulih total sementara lainnya berkembang menjadi dilated cardiomyopathy atau aritmia.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Heart Association — myocarditis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



