Beranda/Jantung dan Pembuluh Darah/Jantung Berdebar (Palpitasi)

Jantung dan Pembuluh Darah

Jantung Berdebar (Palpitasi)

Palpitasi adalah kesadaran akan denyut jantung yang terasa cepat, kuat, tidak teratur, atau seperti berhenti sesaat. Banyak penyebab tidak berbahaya, tetapi keluhan tidak boleh langsung dianggap cemas karena aritmia, anemia, tiroid, dan penyakit jantung juga mungkin.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Jantung Berdebar (Palpitasi)

Mengapa satu denyut ekstra terasa seperti "jantung berhenti"

Denyut prematur (ekstrasistol) terjadi ketika satu titik di jantung selain nodus sinus menembak sinyal listrik lebih awal dari jadwal semestinya, membuat bilik jantung berkontraksi sebelum benar-benar terisi penuh oleh darah. Setelah denyut dini ini, sistem jantung biasanya menunggu satu siklus penuh sebelum nodus sinus kembali mengambil alih (disebut jeda kompensasi), sehingga darah yang terkumpul selama jeda itu lebih banyak dari biasanya — begitu denyut berikutnya terjadi, jantung memompa dengan volume dan kekuatan lebih besar, dan justru denyut yang lebih kuat inilah, bukan denyut dini itu sendiri, yang paling terasa sebagai "hentakan" atau sensasi jantung seperti berhenti sesaat.

Karena mekanismenya melibatkan gangguan pada urutan normal pengisian dan pemompaan jantung, bukan kerusakan otot jantung, sebagian besar denyut prematur pada jantung yang sehat struktur bersifat jinak. Namun pola yang sama bisa juga muncul dari penyebab yang perlu ditelusuri lebih jauh seperti gangguan elektrolit, tiroid, atau penyakit jantung struktural, sehingga palpitasi yang sering, memburuk, atau disertai gejala lain tetap perlu dievaluasi, bukan langsung dianggap kecemasan semata.

Catat polanya

Catat waktu mulai, durasi, teratur atau tidak, denyut bila dapat dihitung, aktivitas, kafein, nikotin, alkohol, kurang tidur, stres, obat flu, inhaler, suplemen, dan gejala penyerta. Denyut yang mulai dan berhenti mendadak memberi petunjuk berbeda dari peningkatan bertahap saat aktivitas.

Palpitasi dengan nyeri dada, sesak, atau pingsan adalah daruratKe IGD bila jantung berdebar tidak berhenti atau disertai nyeri atau tekanan dada, sesak, pingsan atau hampir pingsan, keringat dingin, kebingungan, kelemahan satu sisi, denyut sangat cepat dengan kondisi buruk, atau terjadi saat olahraga.

Penyebab

Denyut prematur sering terasa seperti jeda lalu hentakan. Takikardia supraventrikular, fibrilasi atrium, dan aritmia ventrikel memerlukan penilaian berbeda. Demam, dehidrasi, anemia, hipertiroid, kehamilan, gula rendah, gangguan elektrolit, obat, dan kecemasan juga dapat memicu.

Pemeriksaan

EKG merekam irama saat diperiksa; bila episode jarang, Holter, patch, atau event monitor dapat menangkap keluhan. Darah menilai anemia, tiroid, dan elektrolit. Ekokardiografi atau evaluasi lanjutan dipilih bila ada murmur, EKG abnormal, penyakit jantung, pingsan, atau riwayat keluarga kematian mendadak.

Apa yang dapat dilakukan

Kurangi pemicu yang terbukti, cukup tidur dan cairan, serta jangan menghentikan obat resep sendiri. Manuver vagal hanya dilakukan bila tenaga kesehatan mengajarkan untuk jenis takikardia tertentu; jangan memijat leher. Terapi dapat berupa pengamatan, obat, ablasi, atau penanganan penyebab.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, StatPearls — Premature Ventricular Complex. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.