Kesehatan Reproduksi dan IMS

Servisitis

Servisitis adalah peradangan pada serviks atau leher rahim. Kondisi ini sering tidak bergejala, tetapi dapat menyebabkan discharge tidak biasa atau perdarahan setelah hubungan/di luar haid. IMS adalah penyebab penting, namun iritasi, polip dan perubahan serviks lain juga perlu dipertimbangkan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Servisitis

Gejala tidak menunjukkan kuman tertentu

Discharge, spotting, nyeri saat hubungan atau kencing dapat terjadi; pada pemeriksaan serviks mungkin mudah berdarah atau mengeluarkan cairan mukopurulen. Chlamydia/gonorrhea sering dicari, disertai trichomoniasis, bacterial vaginosis dan kadang Mycoplasma genitalium. Tidak adanya gejala tidak menyingkirkan.

Tes dan pemeriksaan menilai penyebaran

NAAT memakai swab vagina/serviks atau urine untuk chlamydia dan gonorrhea. Tes kehamilan, HIV/sifilis serta evaluasi BV/trichomonas dipilih. Nyeri panggul, demam atau nyeri gerak serviks/adnexa mengarah ke PID. Pap smear/HPV screening menilai perubahan prakanker, bukan mendiagnosis kebanyakan IMS akut.

Nyeri panggul berat atau kehamilan memerlukan penilaian cepatKe IGD untuk nyeri bawah perut berat/satu sisi, pingsan, perdarahan banyak, demam tinggi atau kemungkinan hamil. Hubungi dokter segera bila discharge/spotting disertai nyeri panggul karena PID perlu terapi dini.

Terapi disesuaikan risiko dan hasil

Dokter dapat memulai terapi empiris bila risiko IMS tinggi, follow-up tidak pasti atau tes tidak tersedia; orang berisiko lebih rendah dapat menunggu hasil. Regimen mengikuti kuman, kehamilan, alergi dan pedoman lokal. Jangan memakai antibiotik pasangan atau obat sisa karena dapat gagal menutup penyebab.

Cegah penularan dan infeksi ulang

Hindari hubungan seksual hingga pengobatan selesai untuk pasien dan pasangan, waktu tunggu terpenuhi, serta gejala hilang. Pasangan perlu evaluasi/terapi sesuai hasil. Kondom dan skrining teratur menurunkan risiko. Gejala menetap setelah terapi memerlukan evaluasi ulang terhadap reinfeksi, M. genitalium, polip atau dysplasia.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — urethritis and cervicitis guideline, CDC — STI testing. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.