Gejala tidak menunjukkan kuman tertentu
Discharge, spotting, nyeri saat hubungan atau kencing dapat terjadi; pada pemeriksaan serviks mungkin mudah berdarah atau mengeluarkan cairan mukopurulen. Chlamydia/gonorrhea sering dicari, disertai trichomoniasis, bacterial vaginosis dan kadang Mycoplasma genitalium. Tidak adanya gejala tidak menyingkirkan.
Tes dan pemeriksaan menilai penyebaran
NAAT memakai swab vagina/serviks atau urine untuk chlamydia dan gonorrhea. Tes kehamilan, HIV/sifilis serta evaluasi BV/trichomonas dipilih. Nyeri panggul, demam atau nyeri gerak serviks/adnexa mengarah ke PID. Pap smear/HPV screening menilai perubahan prakanker, bukan mendiagnosis kebanyakan IMS akut.
Terapi disesuaikan risiko dan hasil
Dokter dapat memulai terapi empiris bila risiko IMS tinggi, follow-up tidak pasti atau tes tidak tersedia; orang berisiko lebih rendah dapat menunggu hasil. Regimen mengikuti kuman, kehamilan, alergi dan pedoman lokal. Jangan memakai antibiotik pasangan atau obat sisa karena dapat gagal menutup penyebab.
Cegah penularan dan infeksi ulang
Hindari hubungan seksual hingga pengobatan selesai untuk pasien dan pasangan, waktu tunggu terpenuhi, serta gejala hilang. Pasangan perlu evaluasi/terapi sesuai hasil. Kondom dan skrining teratur menurunkan risiko. Gejala menetap setelah terapi memerlukan evaluasi ulang terhadap reinfeksi, M. genitalium, polip atau dysplasia.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — urethritis and cervicitis guideline, CDC — STI testing. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



