Penyebab sering berasal dari obat
Ratusan obat—termasuk sebagian obat tekanan darah, depresi, alergi, nyeri, dan kandung kemih—dapat mengurangi saliva. Dehidrasi, napas lewat mulut, diabetes, Sjögren, HIV, penyakit saraf, radiasi kepala-leher, kemoterapi, serta kerusakan saraf juga mungkin. Jangan menghentikan obat sendiri; dokter dapat menyesuaikan dosis atau alternatif.
Tanda dan dampak
Mulut lengket, saliva kental, bibir pecah, lidah terbakar atau beralur, sulit bicara, mengunyah dan menelan, rasa berubah, bau mulut, sariawan, serta gigi cepat berlubang dapat muncul. Bercak putih atau merah dan nyeri dapat menandakan candidiasis. Kesulitan menelan meningkatkan risiko kurang nutrisi dan aspirasi.
Perawatan sehari-hari
Sering-seringlah menyesap air, minum saat makan, kunyah permen karet atau hisap permen bebas gula, gunakan humidifier malam, dan bernapas melalui hidung bila memungkinkan. Batasi kafein, alkohol, tembakau, makanan sangat asin atau pedas, serta mouthwash beralkohol. Sikat dengan pasta fluoride dan lakukan pemeriksaan gigi lebih sering sesuai risiko.
Terapi profesional
Dokter atau dokter gigi meninjau obat, penyakit, mulut, dan kadang mengukur aliran saliva atau meminta tes darah. Gel, spray, saliva substitute, varnish atau pasta fluoride resep membantu; pilocarpine atau cevimeline dapat merangsang kelenjar pada pasien tertentu tetapi memiliki kontraindikasi dan efek samping. Penyebab seperti diabetes atau Sjögren perlu ditangani.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDCR — dry mouth. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



